<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713</id><updated>2011-11-28T06:56:42.424+07:00</updated><title type='text'>DAMAINYA NUSANTARA TERCINTA</title><subtitle type='html'>Renungan Untuk Indonesiaku...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-5192927616603865597</id><published>2010-01-05T09:54:00.000+07:00</published><updated>2010-01-05T09:56:26.692+07:00</updated><title type='text'>Menapaki Tahun 2010 dengan Pasar Terbuka</title><content type='html'>Ketika menyiapkan tulisan ini, saya sudah berada di tahun 2010, tepatnya tanggal 5 Januari 2010. Sudah hari kedua saya berangkat bekerja. Kehidupan kembali berlangsung normal setelah menikmati liburan panjang di penghujung tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca sebuah artikel ekonomi, saya diingatkan pada suatu hal. Ternyata perdagangan bebas ASEAN-China sudah dimulai. Berarti, sejarah baru dalam dunia perdagangan internasional negeri ini akan dimulai. Apakah artinya ini bagi kita semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang masih awam dengan istilah perdagangan bebas. Setahu saya, perdagangan bebas ditujukan untuk membuka hambatan-hambatan perdagangan internasional yang selama ini ada, misalnya bea masuk yang besar. Nah, dengan dimulainya perdagangan bebas ini, minimal harga barang atau jasa yang masuk (impor, red) tidak lagi dipengaruhi bea masuk. Istilah saya, jadi lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, pengaruhnya apa buat kita dengan murahnya barang-barang impor tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk konsumen, inilah saatnya kita dimanja, baik dari segi harga, variasi, maupun kualitas produk dan jasa. Konsumen bebas memilih mana yang terbaik menurut mereka, dan yang pasti, pilihan akan semakin banyak. Namun kondisi seperti ini tidak terjadi pada para produsen dalam negeri. Mereka malah merasa tidak nyaman dengan dimulainya pasar terbuka ini. Mereka khawatir, produknya tidak laku karena kehadiran produk-produk dari luar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, inilah saatnya kita menunjukkan kebesaran kita yang sesungguhnya. Ketika barang impor masuk ke negeri kita tanpa hambatan, berarti barang dan jasa kita pun bisa langsung masuk ke negeri mereka dengan cara yang sama. Maka, pertempuran pun dimulai.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menceritakan, betapa gagah dan gigihnya para pendahulu kita dalam memperjuangkan berdirinya Negara ini. Lebih jauh ke belakang, negeri ini memiliki banyak kerajaan yang nama dan kebesarannya menggaung melintasi nusantara. Kini, kebesaran itu diuji pada keturunannya sekarang dengan hadirnya area perdagangan terbuka antarnegara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memiliki banyak hal, kalau tidak bisa dikatakan memiliki segalanya. Sumber daya melimpah, yang dengan penanganan tepat, akan menjadi produk andal dari negeri ini. Namun banyak yang masih harus dibenahi oleh kita semua, baik pemerintah, produsen, maupun konsumen di negeri ini. Kebijakan pemerintah tetap diperlukan agar tidak terjadi kehancuran massal pada produsen kita. Kebijakan di bidang perbankan misalnya, mungkin diperlukan agar para pengusaha tidak mengalami kesulitan memperoleh modal dalam menghadapi pesaing-pesaing bermodal besar dari luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu untuk produsen, juga jangan manja. Pernah ada cerita di salah satu kota di Pulau Jawa. Ketika ada satu perusahaan taksi dari luar kota memperoleh ijin operasi di kota tersebut, para supir taksi lain berdemonstrasi menuntut dibatalkannya ijin tersebut. Alasan utama adalah penghasilan mereka akan berkurang. Itu adalah contoh kemanjaan produsen di negeri ini. Satu-satunya solusi untuk menghadapi pesaing dari luar bukan dengan mengusir mereka, tetapi dengan meningkatkan kualitas produk atau layanan yang bisa kita berikan, sehingga lebih baik dari mereka. Konsumen yang kritis pasti akan memilih produk atau layanan yang berkualitas baik. Jangan menjadi produsen yang manja, tetapi manjakanlah konsumen, itulah solusinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan penting justru untuk para konsumen negeri ini. Label “made in luar negeri” seakan menjadi hal yang wajib ada di setiap produk yang akan mereka beli. Masyarakat konsumen kita cenderung mencibir ketika ditawarkan produk dalam negeri, meskipun produk tersebut memiliki kualitas yang luar biasa. Pernah ada kawan yang pergi ke Singapura, membeli pakaian dengan label made in luar negeri, dengan harga yang lima kali lipat pakaian dari Bandung. Ironisnya, setelah diselidiki, ternyata pakaian itu memang buatan Bandung yang dikemas di Singapura. Bahkan ada yang lebih gila lagi. Seorang kawan membeli batik di Singapura. Kawan yang aneh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, membeli ayam goreng dari gerai bernuansa Amerika, lebih bergengsi dibandingkan membeli ayam goreng Suharti atau mbok berek, apalagi pecel ayam di pinggir jalan. Padahal rasanya ya ayam juga. Menikmati durian dari Thailand, meski harganya selangit, lebih dipilih daripada durian Lampung yang rasanya juga enak, maknyuss..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, PR kita dalam menghadapi pasar terbuka tahun 2010 cukup banyak. Tetapi kita harus yakin, bahwa dengan dengan semangat juang, peningkatan kualitas, dan kecintaan pada produk dalam negeri, akan membuat Indonesia menjadi pemenang dalam persaingan terbuka ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Indonesia.&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wass.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-5192927616603865597?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/5192927616603865597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=5192927616603865597' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/5192927616603865597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/5192927616603865597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2010/01/menapaki-tahun-2010-dengan-pasar.html' title='Menapaki Tahun 2010 dengan Pasar Terbuka'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-3252795158750721494</id><published>2009-12-14T08:07:00.001+07:00</published><updated>2009-12-14T08:29:19.906+07:00</updated><title type='text'>Bahu Jalan Sayang, Bahu Jalan Malang</title><content type='html'>Suatu hari, seorang kawan mengatakan dalam sebuah obrolan, “Sekarang kok jalan tol Jagorawi sering macet kalau sore ya? Sampai pegal badan karena maccet…”&lt;br /&gt;Pertanyaan itu langsung dijawab oleh seorang kawan yang lain dengan tegas dan meyakinkan, “Ya itulah, karena polisi-polisi bodoh itu memarkir mobilnya di sepanjang pinggir jalan…!” Pernyataan yang langsung membuat kepalaku menggeleng-geleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap perjalanan pulang dari kantor di sore hari, kami memang merasakan kemacetan yang lumayan melelahkan. Seringkali kami memantau arus lalu lintas melalui beberapa saluran radio di Jakarta. Ada banyak laporan dari para pendengar lainnya tentang kondisi lalu lintas tersebut. Seperti komentar kawan tadi, di radio pun sering terdengar keluhan tentang kemacetan yang terjadi, dan tak jarang ada yang mengatakan bahwa penyebab kemacetan itu adalah mobil yang berhenti di bahu jalan karena mengalami kerusakan atau mobil polisi yang memang sengaja diparkir untuk memantau keadaan lalu lintas dan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang kemudian timbul, benarkah penyebabnya adalah mobil polisi di bahu jalan atau mobil mogok yang terpaksa diparkir di bahu jalan? Sebuah pertanyaan yang seharusnya merupakan sebuah retorika. Semua orang yang bisa menyetir mobil seharusnya tahu, bahwa bahu jalan adalah tempat untuk keadaan darurat atau untuk mobil patroli polisi yang memantau keamanan dan lalu lintas di lokasi tersebut, dan bukan untuk berkendara normal. Lalu kenapa sampai terjadi kemacetan? Yang membuat macet bukanlah polisi tersebut. Yang mengakibatkan kemacetan bukan kendaraan yang berhenti di bahu jalan karena kondisi darurat. Tetapi penyebab utama kemacetan adalah terjadinya penyempitan jalur, karena para pengendara mobil yang melalui bahu jalan memaksa untuk masuk ke jalur yang seharusnya digunakan, akibat adanya penggunaan bahu jalan oleh yang sebenarnya berhak tersebut. Karena ulah para pengguna bahu jalan liar tersebut, para pengguna jalan yang mematuhi aturan menjadi korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya para pengguna bahu jalan itu sadar, bahwa tindakan mereka sangatlah merugikan pengguna jalan yang patuh pada aturan. Sudah berapa banyak korban yang jatuh akibat ulah keliaran mereka. Ironisnya, banyak korban tewas adalah mereka yang mobilnya mogok dan sedang berusaha membetulkan, yang kemudian ditabrak oleh pengguna bahu jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahu jalan tol, tempat yang seharusnya merupakan daerah aman bagi pengendara yang mengalami keadaan darurat, kini berubah menjadi tempat yang mengerikan akibat kenakalan berbahaya yang dilakukan para pengguna bahu jalan liar tersebut. &lt;br /&gt;Sayang sekali, Indonesiaku yang besar ini, masih saja terpaksa menangis, melihat anak bangsa yang masih jauh dari rasa disiplin dan keinginan menghargai antarsesama. Hal yang mungkin dianggap kecil oleh para pelanggar tersebut, sebenarnya berpengaruh cukup besar bagi mental kehidupan bermasyarakat kita. Salah satu akibat yang nyata saat ini adalah, tumbuhnya persepsi di masyarakat bahwa penyebab kemacetan bukanlah para pengguna bahu jalan liar, tetapi pengendara baik yang memang terpaksa harus menggunakan bahu jalan. Wah, kalau ini dibiarkan, akan semakin banyak  terjadi, suatu pelanggaran dianggap sebagai hal yang wajar, sementara orang baiklah yang justru dituduh sebagai pelaku dosa. Oh, mengerikan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doaku, semoga mereka yang masih belum bisa menghargai hak orang lain tersebut bisa segera diberikan kecerahan hati sebelum jatuh korban berikutnya. Kuharap, Indonesiaku tidak perlu terlalu lama menangis, dan semoga Indonesiaku yang besar ini, akan semakin besar, karena terisi oleh anak-anak bangsa yang berjiwa besar, di semua sisi kehidupan. Amin…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-3252795158750721494?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/3252795158750721494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=3252795158750721494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3252795158750721494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3252795158750721494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2009/12/bahu-jalan-sayang-bahu-jalan-malang.html' title='Bahu Jalan Sayang, Bahu Jalan Malang'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-9072496830237327132</id><published>2009-12-04T10:12:00.001+07:00</published><updated>2009-12-04T10:25:25.033+07:00</updated><title type='text'>KRI Banjarmasin, Kapal Perang Produk Gemilang Anak Bangsa</title><content type='html'>Sabtu 28 Nov 2009, kita perlu berbangga menyaksikan peresmian kapal Kapal perang RI (KRI) Banjarmasin  – 592 memperkuat armada tempur TNI angkatan laut Republik Indonesia. Kapal perang Landing Platform Dock 125 meter merupakan salah satu produk unggulan PT PAL Indonesia  yang bekerja sama Dae Sun Shipbuilding-Korea Selatan. Keberhasilan ini sekaligus memberi optimisme bahwa peningkatan mutu yang bersinambung, industri nasional mampu berkontribusi dan memenuhi kebutuhan Alutsista TNI.&lt;br /&gt;Kapal buatan PT PAL ini menjadi kapal Landing Platform Dock LPD ketiga yang masuk jajaran TNI AL. Dua kapal LPD pertama yakni KRI Makasar-590 dan KRI Surabaya-591 dibuat pabrik Korea Selatan, Daewoo International Corporation, dan diserahkan kepada TNI AL tahun silam. Sejatinya, kapal LPD ke-3 ini juga dipesan Indonesia dari Dae Sun Shipbuilding (DSS), Korea Selatan. Tetapi pengerjaannya dibuat di galangan kapal PT PAL dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari DSS. Pembuatan LPD KRI Banjarmasin 592 ini merupakan transfer of technology kepada industri strategis nasional.&lt;br /&gt;Dari sisi performannya kapal produksi Surabaya ini mengalami peningkatan kwalitas bila di bandingkan dengan dua  kapal LPD sebelumnya yang di bangun di Korea Selatan. Penyempurnaan tersebut di sesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI-AL antara lain:&lt;br /&gt;• Daya angkut helikopter dari 3 buah menjadi 5 buah. &lt;br /&gt;• Kecepatan kapal dari 15 knots menjadi 15,4 knots &lt;br /&gt;• Bentuk bangunan atas  ”stealth design” yang dapat mengurangi ”Radar Cross Section” sehingga tidak mudah ditangkap  radar musuh. &lt;br /&gt;• Getaran kapal sangat rendah sehingga menambah kenyamanan crew kapal dalam pelayaran. &lt;br /&gt;• Kapal ini dipersenjatai dengan 1 unit kaliber 57 mm dan 2 unit kaliber 40 mm. &lt;br /&gt;• Dapat dipasangi senjata unit kaliber 100 mm dan dilengkapi ruang khusus untuk sistem kendali senjata (fire control system), yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan pertahanan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI Banjarmasin 592 ini merupakan satu dari 4 kapal LPD yang dipesan dan dibeli dengan fasilitas pembiayaan kredit ekspor tahun 2003. Kapal LPD terakhir akan diserahkan pada Januari tahun depan. KRI 592 berfungsi sebagai pengangkut kapal pendarat pasukan, operasi amfibi, pengangkut tank, pengangkut personel, juga untuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana serta pengangkut helikopter.&lt;br /&gt;KRI Banjarmasin-592 sendiri merupakan kapal LPD standar yang memiliki panjang 125 meter, lebar 22 meter, berat 7.300 ton. Kapal perang yang dapat melaju maksimal hingga 15,4 knot ini mampu mengangkut 344 (592?) personel, 13 unit tank, 2 unit Landing Craft Vehicles, 5 unit helikopter. Kapal ini juga dipersenjatai dengan 1 unit kaliber 57 mm dan 2 unit kaliber 40 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan di atas saya copas dari situs http://nusantaranews.wordpress.com/2009/11/29/kri-banjarmasin-kapal-perang-produk-gemilang-anak-bangsa/. Hal terpenting yang ingin saya garis bawahi dari tulisan tersebut adalah, bahwa bangsa ini masih mampu melakukan hal-hal penting sebagai sebuah bangsa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang kapal perang itu, menunjukkan bahwa kita tidaklah berada di bawah Negara lain di dunia ini. Satu bukti lagi telah terwujud. Bukti-bukti kebesaran bangsa ini lainnya akan segera menyusul… semoga…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-9072496830237327132?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/9072496830237327132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=9072496830237327132' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/9072496830237327132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/9072496830237327132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2009/12/kri-banjarmasin-kapal-perang-produk.html' title='KRI Banjarmasin, Kapal Perang Produk Gemilang Anak Bangsa'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-2967479998925889621</id><published>2009-08-22T17:03:00.001+07:00</published><updated>2009-08-23T08:15:58.393+07:00</updated><title type='text'>WUJUDKAN MIMPI INDONESIA</title><content type='html'>Melalui salah satu stasiun televisi swasta nasional, saya mengetahui adanya konser bertema “Wujudkan Mimpi Indonesia” yang didukung oleh beberapa artis ibukota yang saat ini tengah naik daun. Tulisan ini tidak akan mengulas tentang konser tersebut, apalagi sampai mengulas tentang profil para artis pendukungnya. Biarlah itu dilakukan oleh teman-teman di infotainment.  Saya justru tertarik dengan jargon yang menjadi tema dari konser tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi… Semua orang punya mimpi. Mimpi bisa membuat seseorang menjadi besar. Ingat Gajah Mada? Sang Mahapatih dari Kerajaan Majapahit yang bermimpi menyatukan Nusantara dalam genggaman satu kekuasaan? Dengan mimpinya, ia lalu bekerja keras, bahkan bersumpah Palapa, sehingga terwujud sebuah gugusan pulau-pulau yang berada dalam satu kekuasaan, kekuasaan Kerajaan Majapahit. Karena mimpi ingin melihat ada komputer di setiap rumah di seluruh dunia, Bill Gates membangun kerajaan software terbesar abad ini, Microsoft Inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mimpi bagaimana yang dimiliki Indonesia, negeri indah makmur tanah air tercintaku ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, kita tidak pernah mengetahui mimpi apa yang ingin diwujudkan para pendahulu, pendiri negeri ini. Kita juga tidak mengetahui apa yang diimpikan oleh negeri Jamrud Khatulistiwa ini. Tapi yang pasti, mimpi kita semua, yang ingin menikmati kemakmuran, adalah juga mimpi Indonesia. Mimpi kita yang ingin terbebas dari ketakutan, kelaparan, kebodohan, dan kemiskinan, adalah juga mimpi negeri ini. Lalu, mampukah kita mewujudkan semua mimpi-mimpi indah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang tidak kita miliki dari kepulauan besar ini? Sumber daya alam melimpah. Sumber daya manusia yang juga melimpah ruah. Kalau kita mau, tidaklah sulit mewujudkan mimpi Indonesia, yang merupakan mimpi kita semua. Bahkan seharusnya, saat ini kita tidak lagi sedang bermimpi, tetapi kita sudah menikmati secara nyata apa yang kita impikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Saatnya kita menyadari, kekuatan yang sesungguhnya kita miliki. Kita hanya perlu melakukan kerja keras dalam kedisiplinan dan kejujuran, diiringi doa kepada Sang Pencipta. Dalam ajaran agama Islam, disebutkan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang berusaha mengubahnya (Qur’an Surat 13:11). Artinya, sekuat apa pun kita berdoa, tanpa kerja keras, disiplin, dan jujur, tidak akan pernah ada yang bisa diwujudkan. Sebaliknya, kerja keraspun harus diimbangi dengan doa, karena sebagai makhluk beragama, kita yakin bahwa manusia hanya bisa berusaha, tetapi tetap Tuhanlah yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, inilah saat untuk memulai. Marilah bersama-sama, kita wujudkan mimpi-mimpi indah republik ini, untuk menjadi lebih kuat, lebih makmur, lebih sejahtera, gemah ripah loh jinawi. Majulah Indonesiaku!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-2967479998925889621?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/2967479998925889621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=2967479998925889621' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/2967479998925889621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/2967479998925889621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2009/08/wujudkan-mimpi-indonesia.html' title='WUJUDKAN MIMPI INDONESIA'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-7388534497961795505</id><published>2009-08-22T08:39:00.000+07:00</published><updated>2009-08-22T08:40:18.656+07:00</updated><title type='text'>INDONESIA YANG LUAR BIASA</title><content type='html'>Pernahkah terpikir dalam benak kita, penduduk Indonesia, betapa luar biasanya negeri ini? Pasti ada yang berpikir demikian, meskipun tidak sedikit yang memikirkannya dari sudut yang berbeda. Ya, Indonesia memang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita renungkan sejenak, apa yang tidak ada di negeri ini. Tanah kita subur, sehingga apa yang kita tanam akan tumbuh subur, Insya Allah. Laut kita luas, sehingga kita tidak akan pernah kekurangan makanan dari laut. Tanah kita kaya dengan sumber mineral, sehingga kita bisa memanfaatkannya untuk industri dan kemakmuran negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu email yang saya terima, ada yang menceritakan tentang keluh kesah kawan di salah satu negeri tetangga kita yang kaya raya. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya, tanpa Indonesia, negaranya tidak akan bisa menjadi kaya. Lho kok bisa? Iya, karena orang Indonesia yang kaya, property di negara mereka laku terjual. Karena orang Indonesia yang gemar jalan-jalan, devisa mereka terus bertambah. Karena ekspor mereka, yang barang-barangnya berasal dari Indonesia, negara itu bisa kaya raya. Ingin tahu apa negara itu? Singapura! Padahal, apa yang dimiliki Singapura, apalagi jika dibandingkan dengan Indonesia? Nothing! Kawan itu bahkan mengatakan bahwa negaranya sempat merasakan kelangkaan makanan, yang pasti tidak akan dirasakan Indonesia, negeri yang subur, gemah ripah loh jinawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara di Afrika menjual alam mereka untuk kepentingan pariwisata, seperti wisata safari di padang luas. Salah satu paket wisata di Eropa adalah melihat perkebunan dan sungai (kata salah seorang kawan yang pernah ke sana). Niagara merupakan air terjun andalan negerinya om Obama yang dijual untuk pariwisata. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia punya semuanya! Mana negara di dunia ini yang memiliki keindahan luar bisa seperti Indonesia, baik itu dilihat dari udara, dari kereta, dari kapal laut, dari kapal selam, dan dari dalam perut bumi sekaligus. Indonesia punya Raja Ampat di Irian, dan Bunaken di Sulawesi, mahakarya di bawah air yang terkenal ke manca negara. Ada Tawangmangu dan ribuan air terjun indah lain di pelosok nusantara. Gua-gua indah bagi para penggemar petualangan gua, tersedia di seantero nusantara. Padang Sabana pun tersedia di Nusa Tenggara. Pantai Panjang di Bengkulu dan pantai-pantai indah lain menanti kita di ribuan pulau yang kita miliki. Tidak perlu menyebut Bali yang memang sudah mendunia. Kita pun punya Candi Borobudur. Pulau Komodo adalah satu-satunya tempat di dunia yang masih menyimpan makhluk purba yang tersisa, The Dragon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang Inggris melakukan pesta dan melihat pasangan-pasangan yang menari, maka mereka akan memberikan tepuk tangan membahana, bangga dengan dengan keindahan budaya yang mereka sajikan itu. Lalu, kurang apa dengan budaya Indonesia. Ribuan budaya, beragam bahasa, dan pakaian adat yang sangat indah, menyatu dalam bhinneka tunggal ika, dan semuanya layak dijual ke dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat tidak, ketika terjadi perang dunia II, bagaimana Amerika kesulitan karena setiap kode rahasia mereka selalu bisa dipecahkan pihak Jepang. Akhirnya mereka menggunakan bahasa Indian sebagai sandi dalam pertempuran berikutnya, dan akhirnya Jepang gagal membongkarnya. Bagaimana dengan Indonesia. Tidak terbayangkan, betapa pusingnya para komandan musuh jika perang dengan Indonesia, karena kita bisa menggunakan ribuan bahasa daerah kita sebagai bahasa sandi. Tetapi mudah-mudahan kita tidak perlu berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara mana di dunia yang punya ragam masakan sebanyak di Indonesia? Bagi para penggemar daging, sate, bakso, rendang, ayam taliwang, dan banyak lagi lainnya merupakan kekayaan kuliner yang kita miliki. Vegetarian? Ada karedok, gado-gado, beragam manisan dan asinan, membuat hidup di negara ini seperti layaknya hidup di dapur. Darimana bahan makanan itu di dapat. Kita punya banyak sawah, kebun, peternakan, kolam, gunung, dan lautan. Di sana ada semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, marilah kita benar-benar menjadi bagian dari Indonesia yang luar biasa ini. Kita syukuri keluarbiasaan ini dengan melakukan yang terbaik bagi bangsa tercinta ini. Lord R Baden Powell, mengatakan, for my honor, I’ll do my best. Jadi baiklah kalau kita menerjemahkannya dengan for my country’s honor, let’s do our best. Tanpa kita, keluarbiasaan negeri ini akan sia-sia, dan hanya akan dimanfaatkan negara lain melalui penjajahan model baru. Jangan biarkan semua ini tidak berguna, baik bagi kita saat ini, maupun bagi anak cucu kita di kemudian hari nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah seorang Indonesia sejati. Kita gemakan ke seluruh dunia, inilah Indonesia yang besar. Kita teriakkan ke pelosok negeri, gunakan produk dalam negeri. Kita ajak keluarga kita untuk menikmati keindahan negeri ini, daripada berwisata ke luar negeri. Tidak perlu kita mencari batik ke Malaysia atau Singapura, karena batik yang ada di sana merupakan karya anak bangsa tercinta, yang tentu ada di Indonesia. Bagi penggemar ikan hias, tidak perlu membeli ke Singapura atau Jepang, karena di Blitar, Kalimantan, dan Tulungagung ada produksi ikan hias kualitas internasional seperti ikan Koi, Maskoki, dan Arwana. Untuk apa kita beli souvenir bertuliskan ”Pattaya”, kalau kita masih belum mengunjungi dan berjemur di Pantai Parangtritis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, kalau bukan kita yang memakmurkan negeri ini, siapa lagi? Orang lain hanya ingin mengeruk kekayaan kita, bukan memakmurkan kita. Bangkitlah negeriku! Jayalah Indonesiaku! Merdeka!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-7388534497961795505?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/7388534497961795505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=7388534497961795505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/7388534497961795505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/7388534497961795505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2009/08/indonesia-yang-luar-biasa.html' title='INDONESIA YANG LUAR BIASA'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-2071658811334155154</id><published>2009-07-19T09:39:00.001+07:00</published><updated>2009-07-19T09:43:46.283+07:00</updated><title type='text'>KOK MASIH ADA YANG KEHILANGAN NURANI KEMANUSIAAN..??</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Assalamualaikum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pagi belum beranjak siang, matahari belum lagi tinggi... Tiba-tiba hati kembali tersentak. Kedamaian dan ketenangan yang sedang dinikmati mendadak sirna. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, ibukota negeri tercinta ini, kembali diguncang ledakan bom. Beberapa orang langsung menjadi korban kebrutalan tersebut. Hati nurani kembali terusik. Mengapa masih ada yang tega berbuat seperti itu, justru di negeri yang indah ini..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kita semua tidak tahu, apa yang menjadi latar belakang para pelaku pemboman tersebut. Kita hanya manusia yang hanya ingin hidup ini selalu berada dalam ketenangan dan kedamaian. Namun mengapa, kedamaian selalu terusik oleh tingkah mereka-mereka yang tidak lagi menghiraukan norma-norma kemanusiaan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Para pembaca, apa yang kita rasakan saat ini? Marah? Sedih? Takut? Ya, tindakan yang dilakukan pelaku pemboman itu membuat perasaan kita semua berada dalam titik yang tidak tenang lagi. Para pejabat keamanan negeri ini segera mengerahkan pasukannya dengan hati yang marah, untuk mengungkap kasus yang mencoreng kinerja mereka ini. Keluarga para korban menangis dengan berjuta rasa sedih dan marah. Sementara mereka yang lain, berada dalam rasa waswas dan takut menjadi korban.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Inikah yang diharapkan para pelaku pemboman dan aktor intelektual dibalik kejadian tersebut? Alangkah menyedihkan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Para pembaca, hati ini kembali terluka. Mereka telah mengiris luka baru di atas luka lama (seperta kata Ebiet G Ade), alangkah menyakitkan. Namun marilah kita semua jangan terjebak dalam keadaan yang menyedihkan ini. Para pelaku ini hanyalah orang-orang yang tidak lagi memiliki pijakan dalam hidupnya, sehingga mereka ingin hidup kita semua menjadi goyah dan ikut kehilangan hati nurani. Menyikapi keadaan ini, akan lebih baik kalau kita kembali memasrahkan diri kita kepada Allah SWT, berdoa dengan penuh keyakinan, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kemudian marilah kita semua berdoa, sesuai agama kita masing-masing, agar para pejabat kita berhasil mengungkap kejadian keji ini secara profesional. Marilah kita berdoa untuk para korban dan keluarganya, agar mereka tabah dan sabar menghadapi musibah ini. Dan apabila sanggup, marilah kita doakan agar para pelaku bertaubat sebenar-benarnya bertaubat, sehingga mereka tidak lagi terjerumus dalam tindakan yang sesungguhnya dibenci oleh kemanusiaan dan agama mana pun di dunia ini. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan ini hanya akan menjadikan mereka sebagai penghuni neraka jahanam, tempat yang paling tidak diingini manusia kelak di akhirat nanti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindunganNYA, amin...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"   lang="FI"&gt;Wassalam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-2071658811334155154?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/2071658811334155154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=2071658811334155154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/2071658811334155154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/2071658811334155154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2009/07/kok-masih-ada-yang-kehilangan-nurani.html' title='KOK MASIH ADA YANG KEHILANGAN NURANI KEMANUSIAAN..??'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-6672159108560726195</id><published>2009-01-04T05:47:00.001+07:00</published><updated>2009-01-04T06:08:22.943+07:00</updated><title type='text'>SEBUAH REFLEKSI AKHIR TAHUN</title><content type='html'>Setiap tahun kita selalu melalui malam pergantian tahun seperti yang terjadi pada malam ini. Jutaan orang menantikan detik-detik berlalunya tahun yang telah terlewati untuk memulainya dengan matahari di tahun yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang telah terlalui, yang kita sadari atau tidak telah mempengaruhi perjalanan hidup kita. Dalam perjalanan malam ini, kusaksikan ribuan orang mempersiapkan diri merayakan malam pergantian tahun yang meriah ini. Kulintasi jalan ibukota negeri tercinta ini, diiringi sinar lampu yang terang benderang. Tanpa sadar, pikiranku menerawang melintasi tahun yang hampir ditinggalkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saat malam pergantian tahun 2007 ke tahun 2008, dengan sukacita kita sambut penuh harapan adanya perbaikan di semua sudut kehidupan negeri ini. Dulu, ketika terompet bergema di seantero nusantara ini, asa pun bergema, mengharapkan mimpi-mimpi bisa terwujud di tahun 2008. Saat itu, ketika kembang api terlepas tinggi ke angkasa, demikian juga dengan cita-cita, kita lambungkan tinggi menuju langit ke tujuh. Adakah semua itu telah tercapai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa di antara kita yang berhasil merengkuh sebagian atau bahkan seluruh mimpinya di tahun 2008, tentu dengan kerja keras. Namun banyak, bahkan mungkin mayoritas, di antara kita, yang hanya bisa menjadikan mimpi 2007 sebagai penghias tidur di tahun 2008, tanpa pernah bisa meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, bersyukurlah bagi mereka yang telah meraih mimpinya di tahun 2008, dan silakan bermimpi lagi untuk memasuki tahun 2009. Namun bagi yang belum berhasil, marilah bersama-sama melakukan evaluasi, sampai seberapa jauh kerja keras kita dalam meraih mimpi tersebut. Sudahkah kita melangkah mengejar mimpi itu, atau masih hanya sekedar bermimpi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berhenti mengejar mimpi, karena hanya dengan mimpilah, kita akan terus melangkah maju. Tetapi, semua tergantung pada kita, bagaimana dan berapa langkah yang akan kita buat untuk meraih mimpi tersebut. Mereka yang berhasil meraih mimpinya di tahun 2008, berarti melangkah sedikit lebih cepat dibandingkan yang belum berhasil meraih mimpi. Hambatan pasti akan menghadang, namun itulah bagian dari kesuksesan kita meraih mimpi. Tanpa hambatan, kesuksesan kita hanyalah keberuntungan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, 2008 telah pergi dan 2009 kita masuki bersama. Seirama suara terompet dan dentuman kembang api di angkasa, langkahkan kaki kita meraih mimpi yang telah kita goreskan dalam buku kehidupan masing-masing. Jadi kawan, malam ini, aku akan mulai mempersiapkan langkahku meraih mimpi di tahun 2009, dan bukan sekedar mempersiapkan perayaan malam pergantian tahun. Bagaimana dengan Anda semua??? Siapkah menjadi bagian sejarah di tahun 2009? SELAMAT MENAPAKI LANGKAH DI TAHUN 2009!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-6672159108560726195?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/6672159108560726195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=6672159108560726195' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/6672159108560726195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/6672159108560726195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2009/01/sebuah-refleksi-akhir-tahun.html' title='SEBUAH REFLEKSI AKHIR TAHUN'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-3872304293622836074</id><published>2008-10-23T04:56:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T04:57:31.193+07:00</updated><title type='text'>LASKAR PELANGI, SEBUAH RENUNGAN….</title><content type='html'>Membaca buku Laskar Pelangi-nya Bung Andrea Hirata, isi kepala seakan mengembara ke dalam sebuah ruang besar yang penuh dengan emosi. Kejeniusan, kreatifitas, keberanian, kesedihan, keceriaan, dan cinta, menyatu dalam sebuah untaian indah penuh warna. Tangis dan tawa menyatu dalam sebuah drama kehidupan yang cukup menyentuh perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, buku tersebut telah difilmkan. Antusiasme masyarakat yang ingin menonton sangat luar biasa. Produk anak bangsa yang begitu ditunggu-tunggu kehadirannya. Sebuah fenomena luar biasa di tengah berbagai keterpurukan negeri tercinta ini. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun menyempatkan menonton film ini sebelum memimpin rapat kabinet pukul 11 malam untuk mengantisipasi gejolak ekonomi setelah perdagangan BEI harus di suspend akibat anjlok lebih dari 10%. Ada apa sih dengan laskar pelangi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Andrea Hirata sejujurnya memang sangat menghentak perasaan pembacanya, termasuk pada penulis. Lepas dari ceritanya yang kadang berlebihan atau hiperbola, tetapi kita bisa dibuat tertawa dan menangis atas suatu keadaan yang sebenarnya memang banyak terjadi di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita yang ingin penulis tuangkan di sini. Ketika keluarga besar kami sedang berkumpul untuk merayakan Idul Fitri 1429 H, datang tiga orang pengamen dengan peralatan sederhana. Mereka menyanyikan sebuah lagu dengan sangat indah, yang membuat kami begitu terpesona. Akhirnya kami memutuskan meminta mereka untuk menyanyikan beberapa lagu tambahan dan kemudian meminta nomor HP mereka kalau suatu saat kami ingin menggunakan mereka dalam acara keluarga besar kami. Inti dari cerita ini adalah, ternyata masih ada yang bisa bernyanyi dengan kualitas yang luar biasa di luar dapur rekaman. Bahkan mungkin mereka lebih baik dibandingkan beberapa penyanyi di televisi yang bisa masuk dapur rekaman hanya karena punya koneksi di dunia hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengamen itu mungkin bisa diibaratkan sebagai Lintang, anak jenius anggota Laskar Pelangi, yang terpaksa gagal melanjutkan pendidikannya karena tidak punya biaya setelah ayah tercintanya meninggal dunia. Seandainya pengamen itu, Lintang, dan banyak anak lain di Indonesia yang berpotensi luar biasa, tidak terhenti hanya karena tidak memiliki biaya dan koneksi, mungkin karya-karya mereka akan membuat negeri ini bersinar dengan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis hanya bisa menuangkan isi hati dalam tulisan ini, dan berdoa, semoga suatu hari nanti, Jamrud Khatulistiwa akan bersinar lebih terang melalui karya anak-anak negeri seperti Lintang cs. Jika itu yang terjadi, maka semua akan bisa menari dan tertawa karena dunia memang (mendekati) seindah surga (mirip lagu Nidji ya…,hehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan di dada inilah yang membuat masyarakat berbondong-bondong melangkahkan kaki ke bioskop terdekat, untuk menyaksikan aksi anak-anak Belitung meraih mimpi. Maka teruslah melangkah meraih mimpi, wahai anak negeri! Berikan karya terbaikmu untuk negeri tercinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt; Tofilo,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-3872304293622836074?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/3872304293622836074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=3872304293622836074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3872304293622836074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3872304293622836074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2008/10/laskar-pelangi-sebuah-renungan.html' title='LASKAR PELANGI, SEBUAH RENUNGAN….'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-3824763627166535352</id><published>2007-07-24T09:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:08:51.119+07:00</updated><title type='text'>KOLEKSI PERANGKO (STAMPS COLLECTION)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_lQxjTo1EnUk/RqVlzJeHTPI/AAAAAAAAAAc/EMyV4aQLN04/s1600-h/DSC00145.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090586883202174194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_lQxjTo1EnUk/RqVlzJeHTPI/AAAAAAAAAAc/EMyV4aQLN04/s200/DSC00145.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat ini, perangko semakin sedikit diproduksi dan digunakan. Perkembangan teknologi yang luar biasa, seperti sms, mms, dan sebagainya, memaksa perangko untuk melangkah setapak keluar dari era surat kertas, karena sekarang yang lebih berperan adalah surat digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi penggemar perangko, kondisi itu bukanlah suatu hambatan, namun lebih menjadi tantang bagi mereka untuk memperoleh perangko. Semakin sulit sebuah perangko diperoleh, maka semakin bermutu koleksi perangko yang mereka miliki. Kaum filatelis, sebutan bagi kolektor benda-benda pos, sangat menyukai perangko yang sulit didapatkan, karena nilainya pasti tinggi. Penulis, meskipun sudah bertahun-tahun ini tidak lagi aktif mencari dan mengumpulkan perangko karena kesibukan pekerjaan, namun masih sesekali merapikan koleksi perangko, yang beberapa di antaranya adalah perangko keluaran jaman penjajahan Belanda di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangko merupakan benda koleksi yang luar biasa. Dengan memiliki beragam perangko, kita dapat melihat cakrawala yang terbentang luas di seluruh penjuru dunia, karena biasanya, gambar di perangko melukiskan apa yang terjadi di pelosok dunia. Dengan koleksi perangko, penulis bahkan bisa mempelajari sejarah dunia, dan menambah pengetahuan penulis tentang tokoh-tokoh di dunia, seperti Ratu Inggris, Belanda, dan Presiden USA, selain Presiden RI tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090585032071269586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_lQxjTo1EnUk/RqVkHZeHTNI/AAAAAAAAAAM/wMYWHPt7A1A/s200/DSC00144.JPG" border="0" /&gt;                                                  Perangko segitiga dari Republik Maladewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang kolektor berhasil mengumpulkan seri perangko yang diminati dan sangat diidam-idamkan, ia akan merasa sangat puas dan bahagia. Seperti penulis ketika pertama kali memperoleh perangko berbentuk segitiga, rasa senang menghinggapi perasaan, sampai-sampai penulis yang kala itu masih SMP (Junior High School), membawa album yang berisi perangko segitiga itu sebagai teman tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keuntungan mengoleksi perangko adalah nilai seni dan nilai jual yang tinggi untuk beberapa perangko tertentu. Perangko kuno dan masih terawat dengan baik memiliki nilai jual yang luar biasa, sehingga banyak kolektor yang menganggap koleksinya sebagai barang investasi. Hal tersebut telah dibuktikan dengan lelang perangko yang harganya bisa mencapai ribuan Dollar Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan berikutnya, penulis akan mencoba menggambarkan perangko seperti apa saja yang memenuhi persyaratan sebagai perangko yang berkualitas dan memiliki nilai yang tinggi. Selamat menunggu tulisan saya berikutnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-3824763627166535352?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/3824763627166535352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=3824763627166535352' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3824763627166535352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3824763627166535352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2007/07/koleksi-perangko-stamps-collection.html' title='KOLEKSI PERANGKO (STAMPS COLLECTION)'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lQxjTo1EnUk/RqVlzJeHTPI/AAAAAAAAAAc/EMyV4aQLN04/s72-c/DSC00145.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-2504886397036473194</id><published>2007-07-24T09:22:00.000+07:00</published><updated>2007-07-24T09:24:42.425+07:00</updated><title type='text'>OPTIMISME</title><content type='html'>Optimisme, suatu istilah yang menggambarkan keyakinan kita untuk menggapai harapan atau cita-cita yang diinginkan. Optimisme, juga menggambarkan sikap positip kita dalam menghadapi masa depan. Sebagimana layaknya sifat yang lain, optimisme yang berlebihan juga bisa berakibat negatip, karena kita tidak lagi mempersiapkan diri menghadapi kendala dan hambatan yang mungkin menerpa dalam perjalanan kita mencapai tujuan yang diidam-idamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, di Senayan, kesebelasan nasional Indonesia harus mengakui kenyataan tidak bisa melanjutkan perjuangan ke babak perempat final kejuaraan Asia setelah dikalahkan Arab Saudi 2-1 dan Korea Selatan 1-0, setelah sebelumnya sempat memukul Bahrain 2-1. Kedua Negara yang mengalahkan Indonesia adalah dua kekuatan raksasa sepakbola Asia yang selalu menjadi langganan Piala Dunia. Tak heran Indonesia dikalahkan mereka. Namun yang cukup membanggakan, kekalahan Indonesia dilalui dengan suatu perjuangan yang patriotic, sehingga kesebelasan Korea Selatan dan Arab Saudi kerepotan untuk menjadikan kesebelasan Indonesia sebagai ladang gol sebagaimana diperkirakan banyak orang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua pertandingan terakhir, Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono selalu hadir langsung di stadion terbesar di Jakarta Itu. Seluruh masyarakat Indonesis seakan larut dalam pesta, meskipun kesebelasan kesayangannya kalah. Media massa, cetak maupun elektronik memuji penampilan cantik kesebelasan nasional. Para komentator tidak bisa lagi menghujat permainan yang memang menunjukkan peningkatan performa tersebut. Luar biasa. Indonesia Raya berkumandang di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang saat ini kita masih kalah. Tapi optimisme mulai tumbuh. Ternyata jika mau berusaha, kita masih mampu menunjukkan pada dunia bahwa kita bukanlah cacing tanah yang bisa diinjak tanpa perlawanan. Bahkan kita masih bisa menang. Optimisme semakin berkembang, tidak hanya di sepakbola sebagai olahraga pemersatu bangsa. Di bidang kehidupan yang lain pun, kita masih bisa optimis. Tentu bukan optimisme berlebihan tanpa diimbangi dengan usaha yang sepadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua masyarakat Indonesia mau berusaha dan bekerja keras, kita semua boleh optimis bahwa bangsa besar ini akan benar-benar menjadi bangsa besar, tidak saja dalam kuantitas penduduk dan luas wilayah, tetapi juga dalam kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo saudara…, kita masih bisa optimis untuk menang…!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-2504886397036473194?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/2504886397036473194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=2504886397036473194' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/2504886397036473194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/2504886397036473194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2007/07/optimisme.html' title='OPTIMISME'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-1898055829509607308</id><published>2007-07-12T16:32:00.000+07:00</published><updated>2007-07-12T16:35:23.723+07:00</updated><title type='text'>MASIH BISA MENANG....</title><content type='html'>Jalan macet di Jakarta adalah hal yang biasa terjadi, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja. Demikian sore itu. Mobil yang kukendarai berjalan pelan dalam perjalanan pulang dari kantorku di bilangan Cempaka Putih. Sengaja pada hari itu, Selasa, 10 Juli 2007, aku memasang radio di frekuensi stasiun radio milik negeri ini, RRI. Pada hari itu, berlangsung pertandingan pertama tim nasional sepakbola Indonesia melawan tamunya dari Bahrain dalam laga Piala Asia 2007. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Gol pertama yang diciptakan Budi Sudarsono menggemparkan isi mobil. Saya dan teman di dalam mobil begitu bergembira mendengarkan terjadinya gol tersebut. Gol balasan dari Bahrain sempat membuat kami terdiam, sebelum kemudian terbawa dalam suasana gembira kembali, saat Bambang Pamungkas membungkam pertahanan Bahrain dengan gol yang dibuatnya. Semua itu kami dengarkan sepanjang perjalanan yang cukup lama dan panjang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kemenangan Indonesia atas Bahrain membuat perjalanan menembus kemacetan yang panjang itu menjadi tidak terasa. Suasana gembira sangat terasa dalam perjalanan kami pada hari itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Esok harinya, terasa sekali betapa kegembiraan juga merasuki hati seluruh masyarakat Indonesia. Ternyata masih ada yang bisa diperbuat oleh tim nasional yang selama ini selalu terseok dan kalah dalam setiap pertandingannya. Dan kemenangan yang diraih pada malam itu adalah sesuatu yang sangat amat ditunggu segenap masyarakat Indonesia, meskipun bukan penggemar sepakbola.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semua orang bergembira, bahkan mereka yang selama ini sinis atas prestasi tim nasional, ikut bersorak... semua orang tersenyum dan harapan yang telah dipendam dalam-dalam itu seakan menyeruak keluar. Tidak peduli bahwa lawan berikutnya adalah Arab Saudi dan Korea Selatan, dua raksasa sepakbola dunia. Ternyata Indonesia masih bisa menang....&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sorak kemenangan masih berkumandang, dan semoga akan terus berkumandang untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Kita semua berharap bahwa sorak kemenangan itu tidak hanya untuk sepakbola, tetapi semua bidang di negeri ini… Kita berharap, Indonesia masih bisa menang….&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-1898055829509607308?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/1898055829509607308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=1898055829509607308' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/1898055829509607308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/1898055829509607308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2007/07/masih-bisa-menang.html' title='MASIH BISA MENANG....'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-3964657466579273671</id><published>2007-07-11T11:19:00.001+07:00</published><updated>2007-07-11T15:11:52.899+07:00</updated><title type='text'>ULANG TAHUN</title><content type='html'>“Ayah…, besok Sabtu Sisi (bukan nama sebenarnya) ulang tahun lho… Kita di undang ke rumahnya ya…,” begitu kata istriku saat memberitahukan bahwa salah satu kemenakannya ulang tahun. Aku hanya menganggukkan kepala untuk merespon pemberitahuannya. Masalah mau datang atau tidak, itu urusan belakangan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ulang Tahun,  adalah suatu momen yang biasa dirayakan oleh banyak orang setiap tahunnya. Banyak orang yang bahkan dengan besar-besaran merayakan di tempat pesta yang dapat menampung banyak orang. Anak-anak muda bahkan merayakan dengan amat bersuka cita di hari ulang tahun mereka yang ke-17,  sweet seventeen. Untuk beberapa kalangan, akan dianggap tabu jika ulang tahun ke-17 tidak dirayakan, minimal dengan tiup lilin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya tidak tahu dengan pasti sejarah perayaan hari ulang tahun, baik siapa yang memulai, di negara mana, dan kapan. Yang saya tahu, setelah saya lahir, budaya tersebut sudah ada.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya termasuk orang yang senang jika dapat melihat orang lain berbahagia, termasuk orang-orang yang merayakan pesta ulang tahun. Bahkan saya pernah sesekali ikut dalam perayaan tersebut ketika ada kawan yang mengundang. Namun saya seringkali tidak dapat menikmati acara tersebut.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mungkin ada pembaca yang bertanya mengapa saya tidak bias menikmati acara yang pastinya diselenggarakan untuk menyenangkan hati mereka yang berada di sana. Jawaban yang bisa saya berikan adalah, saya hanyalah orang desa yang tidak suka berhura-hura seperti kawan-kawan dari kota. Saat saya berada di dalam pesta yang penuh dengan makanan enak, saya teringat saudara-saudara saya di desa yang lapar dan sulit memperoleh makanan yang layak. Ketika kami bersenda gurau dalam pakaian indah di tempat yang juga indah, teringat saya akan pakaian compang camping yang dikenakan saudara saya di kampung, serta rumah mereka yang selalu bocor jika diterpa gerimis.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Satu hal penting yang kemudian muncul dalam benak saya adalah, tanggal ulang tahun adalah tanggal lahir kita beberapa tahun silam. Secara logika, maka usia hidup kita di dunia juga berkurang sebanyak tahun-tahun yang telah kita lalui. Maka ketika berada dalam pesta tersebut, hati saya bertanya, kenapa kita merayakan ini semua dengan kegembiraan tiada batas, padahal kita justru semakin mendekati mati….??&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ah, tetapi bukan hak saya untuk menentukan penting atau tidaknya perayaan tersebut. Adalah hak semua orang untuk menikmati hidup ini dengan cara masing-masing, dan itu sah-sah saja. Tidak akan pernah ada pemaksaan kehendak atas hal apa pun dalam tulisan saya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Nah, para pembaca yang budiman, adalah hak kita untuk menentukan bagaimana kita menikmati Hari Ulang Tahun Anda. Nikmatilah, bergembiralah, dan ingatlah bahwa usia kita sudah berkurang satu tahun lagi sejak ulang tahun kita yang terakhir...&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Selamat Hari Ulang Tahun semuanya. Happy Birthday for all.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-3964657466579273671?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/3964657466579273671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=3964657466579273671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3964657466579273671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3964657466579273671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2007/07/ulang-tahun.html' title='ULANG TAHUN'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-3892833767396005164</id><published>2007-07-10T12:51:00.000+07:00</published><updated>2007-07-10T12:59:34.771+07:00</updated><title type='text'>LANGKAH KAKI TUKANG BAKSO</title><content type='html'>&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ting..ting..ting.. Jam dinding menunjukkan pukul 19.45 WIB. Suasana komplek yang hening, karena belum banyak yang tinggal di sana, terpecahkan oleh suara mangkuk dan sendok yang diadu, khas tukang bakso. Kami bergegas menuju pintu pagar dan memanggil tukang bakso tersebut. Tiga mangkuk bakso kami pesan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sambil menanti ia meracik baksonya, saya mengajaknya berbincang. Perbincangan ringan yang mungkin menurut para politisi, tidak ada artinya, tetapi bagi tukang bakso tersebut bisa sangat berarti. Saya menanyakan di mana rumahnya, bagaimana perjalanan bisnisnya, dan lain sebagainya, Dia menjawabnya dengan terpatah-patah, mungkin karena lelah mendorong gerobaknya di komplek yang memiliki kontur tanah berbukit-bukit tersebut, atau karena terlalu konsentrasi meracik bakso yang memikat selera itu. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dari beberapa jawaban dan pernyataan yang terlontar dari mulutnya, saya mendengar beberapa hal yang menarik perhatian. Dia mengatakan bahwa tempat tinggalnya terletak agak jauh dari komplek tempat kami tinggal. Saya sulit membayang mendorong gerobak bakso yang berat, melewati jalan komplek kami yang naik turun, dan tinggal di tempat yang relatif jauh, melintasi beberapa daerah sepi tak berpenghuni nan gelap gulita. Kelelahan tampak jelas di matanya, saat mengatakan bahwa ia harus berjualan malam agar ada pembeli, karena kalau siang, sebagian besar penghuni komplek, yang notabene adalah pelanggan potensialnya, sedang berada di tempat mereka mencari nafkah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketika saya bertanya jam berapa ia pulang, dijawabnya dengan santai bahwa ia pulang dari lokasi pukul sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di rumah paling cepat sekitar pukul 23.00 WIB. Wow..!!! Perjalanan kaki dua jam dengan mendorong gerobak bakso, menembus dingin dan gelapnya malam. Padahal sang istri tercinta mengharapkan agar ia pulang lebih awal, karena kekuatirannya atas keselamatan sang suami tercinta. Namun terpaksa ia mengabaikan permintaan istrinya, demi kelangsungan hidup keluarga yang dipimpinnya. Hmm, andai saya yang berada di posisinya, tak terbayangkan betapa beratnya hidup ini.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sedikit renungan dalam kisah ini, ternyata tiada perjalanan hidup yang mudah. Ketika saya mengeluh karena setiap hari harus berangkat pagi hari menembus kemacetan lalu lintas, menghadapi setumpuk pekerjaan yang melelahkan, dan mengatakan bahwa itu semua adalah keadaan yang mengerikan, lalu apa yang harus saya katakan tentang perjalanan sang tukang bakso itu… Ia melintasi malam dalam sepi, dingin, gelap, dan kelelahan karena berjalan sepanjang hari, sementara saya hanya menembus macet dalam beberapa jam, itu pun duduk, dan kemudian duduk di ruangan kantor yang ber AC. Rasa syukur seharusnya segera hinggap di hati yang rapuh ini. Dan semoga demikian juga dengan para pembaca sekalian yang budiman…&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-3892833767396005164?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/3892833767396005164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=3892833767396005164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3892833767396005164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/3892833767396005164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2007/07/langkah-kaki-tukang-bakso.html' title='LANGKAH KAKI TUKANG BAKSO'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1876057960360499713.post-7180396851191151463</id><published>2007-05-27T21:39:00.000+07:00</published><updated>2007-07-10T13:13:17.639+07:00</updated><title type='text'>ORNAMENTAL FISH</title><content type='html'>I Love all kind of fishes, especially ornamental fish. Betta, Guppy, goldfish, and platy, are some of fishes I have. They are very beautiful in aquarium.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1876057960360499713-7180396851191151463?l=tofilo75.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tofilo75.blogspot.com/feeds/7180396851191151463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1876057960360499713&amp;postID=7180396851191151463' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/7180396851191151463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1876057960360499713/posts/default/7180396851191151463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tofilo75.blogspot.com/2007/05/ornamental-fish.html' title='ORNAMENTAL FISH'/><author><name>Elang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04060060087576769734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
